Pada umumnya klinik kesehatan belum atau mungkin tidak memilliki manajemen yang baik dalam hal pelayanan pasien, contohnya saja klinik kesehatan mempunyai lima dokter spesialis yang memiliki ruang praktek masing-masing. Dalam kenyataannya setiap dokter masih harus melakukan pemanggilan pasiennya.
Karena hal tersebut, maka kami berinisiatif untuk membuat suatu aplikasi yang akan membantu memudahkan dan membuat kenyamanan pasien serta dari pihak klinik kesehatan itu sendiri.
Dalam antrian klinik kesehatan yang kami buat tersebut, terdapat lima kategori dokter, yaitu :
* Dokter Umum
* Dokter Penyakit Dalam
* Dokter Mata
* Dokter Kulit dan Kelamin
* Dokter gigi
Dengan aplikasi tersebut, maka calon pasien dapat melakukan pendaftaran pada loket yang telah disediakan, sehingga calon pasien tersebut akan mendapatkan kartu antrian sesuai dokter yang dipilih (sesuai penyakit yang diderita), setelah itu calon pasien mengantri di ruang tunggu yang telah disediakan pihak klinik. Proses pemanggilan pasien pun akan semakin dipermudah, yaitu seorang operator tinggal memilih menu pemanggilan yang telah tersedia dalam aplikasi antrian klinik kesehatan tersebut.
Untuk lebih lanjut DOWNLOAD programnya disini
Buat yang mau belajar source kode'y..monggo download
kami menggunakan software borland c++ builderX.
23 Des 2011
7 Des 2011
DESKRIPSI ANTRIAN PARKIR MOTOR DI MALL
DESKRIPSI ANTRIAN PARKIR MOTOR DI MALL
Dalam antrian ini, kami membahas tentang rancangan atau prosedur “Antrian parkir motor di suatu Mall. Akan tetapi sebelum, kita akan membahas pengertian “antrian queue”.
Antrian (queue) adalah struktur data yang menerapkan suatu aturan penyisipan di satu ujung dan penghapusan diujung yang lainnya, atau dengan menerapkan aturan FIFO (First In First Out/masuk pertama, keluar pertama). Dalam antrian penambahan (di belakang-rear) dan penghapusan (di depan-front) dilakukan pada tempat yang berbeda.
Contoh :
Dalam antrian X terdapat [1,2,3,4,5]. Pada bagian depan dinotasikan dari antrian X sebagai front(X) dan pada bagian belakang sebagai rear(X). Maka antrian X = [1,2,3,4,5] : front(X)=1 dan rear(X)=5.
Setelah kita bahas apa itu antrian, sekarang kita bahas tentang antrian parkir motor di Mall.
Pelayanan pada antrian parkir motor di Mall tersebut hanya dilayani oleh satu Loket parkir saja, sehingga jika terdapat banyak pengunjung yang berdatangan di Mall, maka semakin panjang pula antriannya dan memakan waktu yang cukup lama.
Pada antrian ini menggunakan situasi dimana petugas parkir akan menyelesaikan pelayanannya, baru melayani orang yang diprioritaskan. Dan “first come first serve” yaitu orang yang datang lebih dulu akan dilayani terlebih dahulu.
Petugas parkir akan melayani orang yang datang lebih dulu dengan mendata plat motor pengunjung Mall tersebut dan memberikan kertas parkir kepada pengunjung, sebagai bukti parkir. Setelah pelayanan selesai barulah petugas parkir akan melayani pengantri selanjutnya.
Berikut gambar simulasinya :
Dalam gambar diatas, dapat diasumsikan bahwa motor pertama, dengan plat ‘AB 1000 BC’ sebagai pengantri pertama, kemudian di lanjutkan dengan pengantri yang berikutnya dengan plat ‘AB 8888 BC’ dan seterusnya.
Dalam antrian ini, kami membahas tentang rancangan atau prosedur “Antrian parkir motor di suatu Mall. Akan tetapi sebelum, kita akan membahas pengertian “antrian queue”.
Antrian (queue) adalah struktur data yang menerapkan suatu aturan penyisipan di satu ujung dan penghapusan diujung yang lainnya, atau dengan menerapkan aturan FIFO (First In First Out/masuk pertama, keluar pertama). Dalam antrian penambahan (di belakang-rear) dan penghapusan (di depan-front) dilakukan pada tempat yang berbeda.
Contoh :
Dalam antrian X terdapat [1,2,3,4,5]. Pada bagian depan dinotasikan dari antrian X sebagai front(X) dan pada bagian belakang sebagai rear(X). Maka antrian X = [1,2,3,4,5] : front(X)=1 dan rear(X)=5.
Setelah kita bahas apa itu antrian, sekarang kita bahas tentang antrian parkir motor di Mall.
Pelayanan pada antrian parkir motor di Mall tersebut hanya dilayani oleh satu Loket parkir saja, sehingga jika terdapat banyak pengunjung yang berdatangan di Mall, maka semakin panjang pula antriannya dan memakan waktu yang cukup lama.
Pada antrian ini menggunakan situasi dimana petugas parkir akan menyelesaikan pelayanannya, baru melayani orang yang diprioritaskan. Dan “first come first serve” yaitu orang yang datang lebih dulu akan dilayani terlebih dahulu.
Petugas parkir akan melayani orang yang datang lebih dulu dengan mendata plat motor pengunjung Mall tersebut dan memberikan kertas parkir kepada pengunjung, sebagai bukti parkir. Setelah pelayanan selesai barulah petugas parkir akan melayani pengantri selanjutnya.
Berikut gambar simulasinya :
Dalam gambar diatas, dapat diasumsikan bahwa motor pertama, dengan plat ‘AB 1000 BC’ sebagai pengantri pertama, kemudian di lanjutkan dengan pengantri yang berikutnya dengan plat ‘AB 8888 BC’ dan seterusnya.
7 Jul 2011
menghitung volume bola dan luas lingkaran versi jeliot
import jeliot.io.*;
public class GlobalMembers
{
public static void main(String[] args)
{
lingkaran s = new lingkaran();
s.bola();
s.hitung();
}
}
public class lingkaran
{
public lingkaran()
{
System.out.print("menghitung volume bola dan luas lingkaran :\n");
r=Input.readDouble();
}
public final void bola()
{
volume = (4 *3.14 *r *r)/3;
}
public final void hitung()
{
luas_lingkaran =3.14 *r *r;
}
private double volume;
private double luas_lingkaran;
private double r;
}
public class GlobalMembers
{
public static void main(String[] args)
{
lingkaran s = new lingkaran();
s.bola();
s.hitung();
}
}
public class lingkaran
{
public lingkaran()
{
System.out.print("menghitung volume bola dan luas lingkaran :\n");
r=Input.readDouble();
}
public final void bola()
{
volume = (4 *3.14 *r *r)/3;
}
public final void hitung()
{
luas_lingkaran =3.14 *r *r;
}
private double volume;
private double luas_lingkaran;
private double r;
}
kabisat Jeliot
import jeliot.io.*;
public class kabisat {
public static void main()
{
int thn;
System.out.println( "Menentukan tahun kabisat atau bukan");
System.out.println ( "Masukkan tahun");
thn = Input.readInt();
if (thn % 4 != 0)
System.out.println ("bukan tahun kabisat");
else if ((thn % 400 != 0) && (thn % 100 == 0))
System.out.println ("bukan tahun kabisat");
else
System.out.println ( "tahun kabisat");
}
}
public class kabisat {
public static void main()
{
int thn;
System.out.println( "Menentukan tahun kabisat atau bukan");
System.out.println ( "Masukkan tahun");
thn = Input.readInt();
if (thn % 4 != 0)
System.out.println ("bukan tahun kabisat");
else if ((thn % 400 != 0) && (thn % 100 == 0))
System.out.println ("bukan tahun kabisat");
else
System.out.println ( "tahun kabisat");
}
}
menentukan tahun kabisat
#pragma argsused
#include
#include
class mencari{
public:
void membilang();
void membilang1();
void membilang2();
private:
int x,y,z;
};
void mencari::membilang(){
cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>x;
if(x%4==0)
cout<<"Kabisat\n"; else cout<<"Bukan kabisat\n"; cout<<"\n"; } void mencari::membilang1(){ cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>y;
if(y%4==0)
cout<<"Kabisat\n"; else cout<<"Bukan kabisat\n"; cout<<"\n"; } void mencari::membilang2(){ cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>z;
if(z%4==0)
cout<<"Kabisat\n";
else
cout<<"Bukan kabisat\n";
}
int main(){
mencari x;
x.membilang();
x.membilang1();
x.membilang2();
getch ();
return 0;
}
#include
#include
class mencari{
public:
void membilang();
void membilang1();
void membilang2();
private:
int x,y,z;
};
void mencari::membilang(){
cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>x;
if(x%4==0)
cout<<"Kabisat\n"; else cout<<"Bukan kabisat\n"; cout<<"\n"; } void mencari::membilang1(){ cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>y;
if(y%4==0)
cout<<"Kabisat\n"; else cout<<"Bukan kabisat\n"; cout<<"\n"; } void mencari::membilang2(){ cout<<"Masukkan tahun:"; cin>>z;
if(z%4==0)
cout<<"Kabisat\n";
else
cout<<"Bukan kabisat\n";
}
int main(){
mencari x;
x.membilang();
x.membilang1();
x.membilang2();
getch ();
return 0;
}
vektor
C++
#include
#include
using namespace std;
void masukkan(int[100], int);
void penjumlahan(const int[100], const int[100], int, int[100]);
void pengurangan(const int[100], const int[100], int, int[100]);
void cetak_bigInteger(const int A[100],int);
int main(int argc, char *argv[])
{
int n;
int bil1[100], bil2[100];
int jumlah[100];
int kurang[100];
cout<<"Masukkan bilangan : \n"; cin>>n;
cout<<"Bilangan pertama : \n"; masukkan(bil1, n); cetak_bigInteger (bil1, n); cout<< "\nBilangan kedua : \n" <>B[i];
}
}
void penjumlahan(const int bil1[100], const int bil2[100], int m, int jumlah[100]){
int i;
for(i=0; i
Versi Jeliot
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; iB.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i
elemen[i]=A.elemen[i]+B.elemen[i];
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i
elemen[i]=A.elemen[i];
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
#include
#include
using namespace std;
void masukkan(int[100], int);
void penjumlahan(const int[100], const int[100], int, int[100]);
void pengurangan(const int[100], const int[100], int, int[100]);
void cetak_bigInteger(const int A[100],int);
int main(int argc, char *argv[])
{
int n;
int bil1[100], bil2[100];
int jumlah[100];
int kurang[100];
cout<<"Masukkan bilangan : \n"; cin>>n;
cout<<"Bilangan pertama : \n"; masukkan(bil1, n); cetak_bigInteger (bil1, n); cout<< "\nBilangan kedua : \n" <
}
}
void penjumlahan(const int bil1[100], const int bil2[100], int m, int jumlah[100]){
int i;
for(i=0; i
Versi Jeliot
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
__sorting__
#include
#include
using namespace std;
class sorting {
friend istream& operator >>(istream& in, sorting& a);
friend ostream& operator <<(ostream& out, sorting& a); public: void selection_sort(); private: void minimum(int, int, int&); void tukar(int&, int&); int data[10],n; }; istream& operator >> (istream& in, sorting& a){
cout << "masukkan banyak data :"; cin >> a.n;
for(int i=0; i> a.data[i];
}
}
ostream& operator << (ostream& out, sorting& a){ for(int i=0; i> sort;
cout << endl;
cout << sort;
sort.selection_sort();
cout << endl;
cout << sort;
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
#include
using namespace std;
class sorting {
friend istream& operator >>(istream& in, sorting& a);
friend ostream& operator <<(ostream& out, sorting& a); public: void selection_sort(); private: void minimum(int, int, int&); void tukar(int&, int&); int data[10],n; }; istream& operator >> (istream& in, sorting& a){
cout << "masukkan banyak data :"; cin >> a.n;
for(int i=0; i
}
}
ostream& operator << (ostream& out, sorting& a){ for(int i=0; i
cout << endl;
cout << sort;
sort.selection_sort();
cout << endl;
cout << sort;
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
rekursif dalam C++
#include
#include
using namespace std;
class node {
public:
int data;
node *berikut;
};
int main(int argc, char** argv) {
//langkah satu
node *baru;
baru = new node;
baru->data = 5;
baru->berikut = NULL;
cout << " Isi data node baru adalah : " << baru->data << endl; //langkah dua node *lain; lain = new node; lain->data = 6;
lain->berikut = NULL;
cout << " Isi data node lain adalah : " << lain->data << endl; //langkah tiga : menyambung rantai baru->berikut = lain;
cout << " Isi data node lain di cetak dari node baru adalah : " ; cout << baru->berikut->data << endl; //langkah empat node *kepala = baru; cout << " Mencetak node pertama dari pointer kepala : "; cout << kepala->data << endl; cout << " Mencetak node kedua dari pointer kepala : "; cout << kepala->berikut->data << endl; //langkah lima : pointer yang jalan - jalan cout << " Menggunakan perulangan untuk mencetak setiap data pada rantai " << endl; node *jalan = kepala; int i = 1; while (jalan != NULL){ cout << " Data ke- " << i << " > " << jalan->data << endl; i++; jalan = jalan->berikut;
}
//langkah enam : bukti bahwa pointer kepala tidak kehilangan data
cout << " Mencetak node pertama dari pointer kepala : "; cout << kepala->data << endl; cout << " Mencetak node kedua dari pointer kepala : "; cout << kepala->berikut->data << endl;
system ("color a0");
system ("PAUSE");
}
#include
using namespace std;
class node {
public:
int data;
node *berikut;
};
int main(int argc, char** argv) {
//langkah satu
node *baru;
baru = new node;
baru->data = 5;
baru->berikut = NULL;
cout << " Isi data node baru adalah : " << baru->data << endl; //langkah dua node *lain; lain = new node; lain->data = 6;
lain->berikut = NULL;
cout << " Isi data node lain adalah : " << lain->data << endl; //langkah tiga : menyambung rantai baru->berikut = lain;
cout << " Isi data node lain di cetak dari node baru adalah : " ; cout << baru->berikut->data << endl; //langkah empat node *kepala = baru; cout << " Mencetak node pertama dari pointer kepala : "; cout << kepala->data << endl; cout << " Mencetak node kedua dari pointer kepala : "; cout << kepala->berikut->data << endl; //langkah lima : pointer yang jalan - jalan cout << " Menggunakan perulangan untuk mencetak setiap data pada rantai " << endl; node *jalan = kepala; int i = 1; while (jalan != NULL){ cout << " Data ke- " << i << " > " << jalan->data << endl; i++; jalan = jalan->berikut;
}
//langkah enam : bukti bahwa pointer kepala tidak kehilangan data
cout << " Mencetak node pertama dari pointer kepala : "; cout << kepala->data << endl; cout << " Mencetak node kedua dari pointer kepala : "; cout << kepala->berikut->data << endl;
system ("color a0");
system ("PAUSE");
}
Array
#include
#include
using namespace std;
class Mengendalikan_array {
public :
Mengendalikan_array (){
cout<<"Program mengendalikan array"<>x[i];
for(int j = 0; j < i; j++){
if(x[i] == x[j]){
goto in;
}
}
}
}
void Mengendalikan_array::cetak(){
cout<<"deret data diatas adalah : ";
for(i = 0; i < n; i++){
cout<
}
cout<
}
int main(int argc, char *argv[])
{
Mengendalikan_array X;
X.input();
X.cetak();
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
#include
using namespace std;
class Mengendalikan_array {
public :
Mengendalikan_array (){
cout<<"Program mengendalikan array"<
for(int j = 0; j < i; j++){
if(x[i] == x[j]){
goto in;
}
}
}
}
void Mengendalikan_array::cetak(){
cout<<"deret data diatas adalah : ";
for(i = 0; i < n; i++){
cout<
cout<
int main(int argc, char *argv[])
{
Mengendalikan_array X;
X.input();
X.cetak();
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
functions
program dengan fungsi untuk menghitung rata-rata dari 10 bilangan yang diinputkan, fungsi-fungsi yang dibuat adalah:
1. Fungsi input 10 bilangan bulat
2. Fungsi hitung jumlah 10 bilangan bulat
3. Fungsi hitung rata-rata
4. Fungsi tampil hasil
berikut source codenya..
#include
inline void input(float n[9])
{
cout << “Masukkan 10 bilangan ” << endl; for (int i=0;i<=9;i++) { cout << “Input bilangan ke-”<> n[i];
}
}
inline float sum(float n[9])
{
float total=0;
for (int i=0;i<=9;i++)
{
total=total+n[i];
}
return total;
}
inline float avg(float s)
{
float rt=0;
rt=s/10;
return rt;
}
inline void print(float s, float a)
{
cout<<”\nTotal = “<
cout<<”Rata rata = “<
}
int main()
{
float num[9];
float s,a;
cout << “=====================================================================\n”;
cout << “Program menghitung Rata-rata 10 Bilangan dengan menggunakan function\n”;
cout << “=====================================================================\n\n”;
input(num);
s=sum(num);
a=avg(s);
print(s,a);
system(“pause”);
}
1. Fungsi input 10 bilangan bulat
2. Fungsi hitung jumlah 10 bilangan bulat
3. Fungsi hitung rata-rata
4. Fungsi tampil hasil
berikut source codenya..
#include
inline void input(float n[9])
{
cout << “Masukkan 10 bilangan ” << endl; for (int i=0;i<=9;i++) { cout << “Input bilangan ke-”<> n[i];
}
}
inline float sum(float n[9])
{
float total=0;
for (int i=0;i<=9;i++)
{
total=total+n[i];
}
return total;
}
inline float avg(float s)
{
float rt=0;
rt=s/10;
return rt;
}
inline void print(float s, float a)
{
cout<<”\nTotal = “<
cout<<”Rata rata = “<
}
int main()
{
float num[9];
float s,a;
cout << “=====================================================================\n”;
cout << “Program menghitung Rata-rata 10 Bilangan dengan menggunakan function\n”;
cout << “=====================================================================\n\n”;
input(num);
s=sum(num);
a=avg(s);
print(s,a);
system(“pause”);
}
4 Jul 2011
Penyisihan Duplikat Dari Sebuah Array
duplikat dari sebuah array menggunakan JELIOT
import to jeliot.io.*;
public class ArrayRemoveDuplicate {
public static void main(String[] args) {
String[] data = {"A", "C", "B", "D", "A", "B", "E", "D", "B", "C"};
System.out.println("Original array : " + Arrays.toString(data));
List list = Arrays.asList(data);
Set set = new HashSet(list);
System.out.print("Remove duplicate result: ");
String[] result = new String[set.size()];
set.toArray(result);
for (String s : result) {
System.out.print(s + ", ");
}
}
}
import to jeliot.io.*;
public class ArrayRemoveDuplicate {
public static void main(String[] args) {
String[] data = {"A", "C", "B", "D", "A", "B", "E", "D", "B", "C"};
System.out.println("Original array : " + Arrays.toString(data));
List
Set
System.out.print("Remove duplicate result: ");
String[] result = new String[set.size()];
set.toArray(result);
for (String s : result) {
System.out.print(s + ", ");
}
}
}
pointer
Berikut source kode dari pointer..
#include
#include
using namespace std;
class node {
public:
int data;
node*berikut;
};
int main (){
node*baru;
baru= new node;
baru->data=5;
baru->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node baru adala:"<data<data=6;
lain->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adala:"<data<data=7;
xxx->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<data<data=8;
oneto->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<data<data=9;
arone->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<data<berikut=lain;
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<berikut->data<berikut=xxx;
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<berikut->data<berikut=oneto;
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<berikut->data<berikut=arone;
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<berikut->data<data<berikut->data<"<data<berikut;
}
cout<<"mencetak node pertama dari pointer kepala:"; cout<data<berikut->data<berikut->berikut->data<berikut->berikut->berikut->data<berikut->berikut->berikut->berikut->data<
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
#include
#include
using namespace std;
class node {
public:
int data;
node*berikut;
};
int main (){
node*baru;
baru= new node;
baru->data=5;
baru->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node baru adala:"<
lain->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adala:"<
xxx->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<
oneto->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<
arone->berikut=NULL;
cout<<"Isi data node lain adalah :"<
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<
cout<<"Isi data node lain dicetak dari node baru adalah:"; cout<
}
cout<<"mencetak node pertama dari pointer kepala:"; cout<
system("PAUSE");
return EXIT_SUCCESS;
}
Menghitung Jarak pada Graf dengan 3 Titik Simpul
Berikut source kodenya...
#include
#include
int main ()
{
char kata1;
char kata2;
char kata3;
int a, b, c;
cout<<"Menghitung Jarak pada Graf dengan 3 Titik Simpul"<>kata1;
cout<>kata2;
cout<>kata3;
cout<>a;
cout<<"Inputkan jarak antara titik simpul "<>b;
cout<<"Inputkan jarak antara titik simpul "<>c;
cout< "< "< "< jalur terpendek"<
return 0;
}
Selamat Belajar...
#include
#include
int main ()
{
char kata1;
char kata2;
char kata3;
int a, b, c;
cout<<"Menghitung Jarak pada Graf dengan 3 Titik Simpul"<
cout<
cout<
cout<
cout<<"Inputkan jarak antara titik simpul "<
cout<<"Inputkan jarak antara titik simpul "<
cout<
return 0;
}
Selamat Belajar...
28 Jun 2011
Penjumlahan vektor "vector sum"
Vector sum
The following are examples of programs using jeliot.io.*;
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i elemen[i]=0;
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i System.out.print("Data[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i System.out.print("s[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print((5));
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i elemen[i]=A.elemen[i]+B.elemen[i];
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i elemen[i]=A.elemen[i];
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n The results of scalar multiplication with a vector\n" + Z);
}
}
The following are examples of programs using jeliot.io.*;
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print((5));
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n
}
}
Penjumlahan vektor "vector sum"
Vector sum
The following are examples of programs using jeliot.io.*;
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i elemen[i]=0;
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i System.out.print("Data[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i System.out.print("s[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print((5));
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i elemen[i]=A.elemen[i]+B.elemen[i];
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i elemen[i]=A.elemen[i];
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
The following are examples of programs using jeliot.io.*;
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print((5));
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
Rekursif
Is the ability of a recursive routine to call itself. Recursive definition is actually contained in the procedures and functions. The difference is that the recursive call to itself can be, but the procedures and functions must be called by the caller procedures and functions. Recursive programming techniques are important and some programming languages support the existence of this recursive process.
The following is an example of a recursive program uses jeliot.io.*;
import jeliot.io.*;
public class hitung {
public void input(){
System.out.println("determine the value n:");
n=Input.readInt();
}
public void proses(){
jumlah=0;
total=0;
rumus=-1;
for(int j=1; j<=n; j++)
{
rumus=(rumus*(-1));
total=rumus/j;
jumlah+=total;
if(j==1)
System.out.println(+total);
if(j>1)
System.out.println(+total);
System.out.println("sum of series = "+number);
}
}
private int n;
private float rumus,jumlah,total;
public static void main() {
hitung h=new hitung();
h.input();
h.proses();
}
}
The following is an example of a recursive program uses jeliot.io.*;
public class hitung {
public void input(){
System.out.println("determine the value n:");
n=Input.readInt();
}
public void proses(){
jumlah=0;
total=0;
rumus=-1;
for(int j=1; j<=n; j++)
{
rumus=(rumus*(-1));
total=rumus/j;
jumlah+=total;
if(j==1)
System.out.println(+total);
if(j>1)
System.out.println(+total);
System.out.println("sum of series = "+number);
}
}
private int n;
private float rumus,jumlah,total;
public static void main() {
hitung h=new hitung();
h.input();
h.proses();
}
}
27 Mei 2011
- Insertion Sort (mengurutkan data)
Algoritma pengurutan dengan metode Penyisipan.
- Analisis masalah :
- Algoritmanya :
Deklarasi :
i, j, ditangan : integer
Deskripsi :for j <= 2 to n doditangan ß data[j]for i ß j-1 asalkan {(i >= 0) dan (data[i] > ditangan)} dodata[i+1] <= data[i]i--endfordata[i+1] ß ditangan - Data Uji
Data awal :[8, 4, 7, 3, 1, 2, 6, 5]fase 1, 4 masuk[4, 8, 7, 3, 1, 2, 6, 5]fase 2, 7 masuk[4, 7, 8, 3, 1, 2, 6, 5]fase 3, 3 masuk[3, 4, 7, 8, 1, 2, 6, 5]fase 4, 1 masuk[1, 3, 4, 7, 8, 2, 6, 5]fase 5, 2 masuk[1, 2, 3, 4, 7, 8, 6, 5]fase 6, 6 masuk[1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 5]fase 7, 5 masuk[1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8]fase 8[1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8]
- Bahasa C++
24 Apr 2011
Array berdimensi dua
Operasi yang umumnya dilakukan menggunakan array adalah :
- Mengurutkan bilangan terbesar / terkecil (bubble sort)
- Seleksi data ( selection sort)
- Mengurutkan data dengan metode penyisipan(insertion sort)
Kali ini saya mencoba program mengurutkan data menggunakan metode "bubble sort".
metode pengurutan gelembung (bubble sort) mempunyai perilaku seperti gelembung di mana bila akan diurutkan naik, nilai yang besar akan naik (indeks besar) sementara nilai yang kecil akan turun (ke indeks yang kecil). Setiap data (data pertama) akan dibandingkan dengan data yang ada disebelahnya (dari data kedua sampai selesai). Bila data pertama lebih besar drai data yang sesudahnya, dilakukan penukaran tempat atau posisi data. demikian, sampai data tesebut berurut.
Berikut contoh Algoritm pengurutan data "bubble sort"
void main()
{
int data[10];
int i, j, tmp;
cout<<"Program Mengurutkan Data"<<endl;
cout<<"Dengan Metode Bubble Sort"<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<"Masukkan data ke "<<(i+1)<<" : ";
cin>>data[i];
}
clrscr();
cout<<"Data sebelum diurutkan : "<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<data[i]<<" ";
}
cout<<endl;
for(i=0; i<9; i++)
{
for(j=i+1; j<10; j++)
{
if(data[i]>data[j])
{
tmp = data[i];
data[i] = data[j];
data[j] = tmp;
}
}
}
cout<<"Data setelah diurutkan : "<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<data[i]<<" ";
}
getch();
}
Operasi yang umumnya dilakukan menggunakan array adalah :
- Mengurutkan bilangan terbesar / terkecil (bubble sort)
- Seleksi data ( selection sort)
- Mengurutkan data dengan metode penyisipan(insertion sort)
Kali ini saya mencoba program mengurutkan data menggunakan metode "bubble sort".
metode pengurutan gelembung (bubble sort) mempunyai perilaku seperti gelembung di mana bila akan diurutkan naik, nilai yang besar akan naik (indeks besar) sementara nilai yang kecil akan turun (ke indeks yang kecil). Setiap data (data pertama) akan dibandingkan dengan data yang ada disebelahnya (dari data kedua sampai selesai). Bila data pertama lebih besar drai data yang sesudahnya, dilakukan penukaran tempat atau posisi data. demikian, sampai data tesebut berurut.
Berikut contoh Algoritm pengurutan data "bubble sort"
- Algoritma :
Deklarasi :
larik = aray [1..100] of integer
larik = aray [1..100] of integer
i, a : byte
k : larik
j, bantu : integer
Deskripsi :
k : larik
j, bantu : integer
Deskripsi :
for i ß 1 to n-1 do
for j ß i+1 to n do
if x[i] > x[j] then // data sebelah kiri > kanan
tukar(x[i], x[j])
endif
endfor
endfor- Data Uji :
Data awal : | [8, 4, 7, 3, 1, 2, 6, 5] | |
fase 1 | [1, 8, 7, 4, 3, 2, 6, 5] | |
fase 2 | [1, 2, 8, 7, 4, 3, 6, 5] | |
fase 3 | [1, 2, 3, 8, 7, 4, 6, 5] | |
fase 4 | [1, 2, 3, 4, 8, 7, 6, 5] | |
fase 5 | [1, 2, 3, 4, 5, 8, 7, 6] | |
fase 6 | [1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 7] | |
fase 7 | [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8] | |
fase 8 | [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8] |
- Bahasa C++
#include <iostream.h>
#include <conio.h>void main()
{
int data[10];
int i, j, tmp;
cout<<"Program Mengurutkan Data"<<endl;
cout<<"Dengan Metode Bubble Sort"<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<"Masukkan data ke "<<(i+1)<<" : ";
cin>>data[i];
}
clrscr();
cout<<"Data sebelum diurutkan : "<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<data[i]<<" ";
}
cout<<endl;
for(i=0; i<9; i++)
{
for(j=i+1; j<10; j++)
{
if(data[i]>data[j])
{
tmp = data[i];
data[i] = data[j];
data[j] = tmp;
}
}
}
cout<<"Data setelah diurutkan : "<<endl;
for(i=0; i<10; i++)
{
cout<<data[i]<<" ";
}
getch();
}
Array
Macam -macam array :
Array berdimensi satu
Array berdimensi dua
Array berdimensi banyak
Array berdimensi satu
Array berdimensi dua
Array berdimensi banyak
Array berdimensi satu"
Array adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama. Dengan mengggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan "subscript".Sebuah subscript berupa bilangan di dalam kurung siku.
Melalui subscript inilah masing-masing elemen array dapat diakses.
Misalkan kita ingin membuat program untuk mencari nilai rata-rata dari 5 buah data nilai yang diinputkan. Pada program ini kita memerlukan 5 buah variabel yang berbeda-beda untuk menyimpan 5 buah nilai.
Contoh programnya sebagai berikut :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
{
float nilai[5];
float jumlah, rata2;
cout<<"Program Menghitung Nilai Rata-rata"<<endl;
for(int i=0; i<5; i++)
{
cout<<"Masukkan nilai ke "<<(i+1)<<" : ";
cin>>nilai[i];
}
jumlah = 0;
for(int i=0; i<5; i++)
{
jumlah = jumlah + nilai[i];
}
rata2 = jumlah / 5;
cout<<"Nilai rata-rata adalah "<<rata2<<endl;
getch();
}
Rekursi
Fungsi dalam C++ dapat dipakai secara rekursi.
Artinya suatu fungsi dapat memanggil fungsi yang merupakan dirinya sendiri.
Contoh penerapan adalah untuk menghitung nilai perpangkatan : "xy"
Dimana y tsb adalah bilangan bulat positif
penyelasaian permasalahan di atas adalah :
Jika y = 1 xy = x
Jika tidak xy = x * xy-1
#include <conio.h>
long int pangkat(int x, int y);
void main()
{
int x, y;
long int hasil;
cout<<"Menghitung x^y"<<endl;
cout<<"Input x : ";
cin>>x;
cout<<"Input y : ";
cin>>y;
hasil = pangkat(x, y);
cout<<x<<"^"<<y<<" = "<<hasil;
getch();
}
long int pangkat(int x, int n)
{
if (n == 1)
return(x);
else
return(x * pangkat(x, n-1));
}
Artinya suatu fungsi dapat memanggil fungsi yang merupakan dirinya sendiri.
Contoh penerapan adalah untuk menghitung nilai perpangkatan : "xy"
Dimana y tsb adalah bilangan bulat positif
penyelasaian permasalahan di atas adalah :
Jika y = 1 xy = x
Jika tidak xy = x * xy-1
#include <conio.h>
long int pangkat(int x, int y);
void main()
{
int x, y;
long int hasil;
cout<<"Menghitung x^y"<<endl;
cout<<"Input x : ";
cin>>x;
cout<<"Input y : ";
cin>>y;
hasil = pangkat(x, y);
cout<<x<<"^"<<y<<" = "<<hasil;
getch();
}
long int pangkat(int x, int n)
{
if (n == 1)
return(x);
else
return(x * pangkat(x, n-1));
}
Langganan:
Postingan (Atom)
